Monday, February 13, 2012

"Cobalah untuk peka terhadap apa yang terjadi dalam diri kita."

saudaraku yang tampan dan cantik J Dapatkah saya mengundang Anda dalam perjalanan ini?

I ni adalah undangan yang saya terima untuk melihat diriku di cermin yang disebut "Where Did We Lose Each Other" ... Lagu ini benar-benar berbicara tentang hidupku, mencerminkan kegagalanku, meneriakkan harapanku, dan menerangi persimpangan jalanku. Sejak hari pertama aku membaca kata-kata ini, aku tahu mereka adalah cermin yang memberikanku pilihan untuk melihat ke dalam sesuatu yang nyata atau menghidupkan kembali mataku yang tertutup penyangkalan. kami memutuskan untuk menghadapi kenyataan ini karena jika tidak, secara perlahan kami akan menjadi refleksi dari sesuatu yang lain, jauh dari hidup dan jauh dari diri kita yang sebenarnya. Yang ada hanyalah refleksi semu dari ilusi kita.

Katakan cukup dengan ilusi, katakan cukup dengan membatasi diri untuk merangkul kehidupan dan cinta yang erat ini, masih banyak yang menunggu untuk kita dan aku ingin kita semua untuk memahami apapun yang kita punya !

Mari kita membaca lirik ini, mari dengarkan lagu ini dan cobalah untuk peka terhadap apa yang terjadi dalam diri kita ...

“Where Did We Lose Each Other”
( Dimana kita kehilangan satu sama lain ) 
diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Biand

Sudah cukup lama bukan? Apakah kita sudah kehilangan satu sama lain?
Apakah di suatu tempat antara wajahmu, kesedihan dan kelemahanku

Apakah kita sudah kehilangan satu sama lain
Aneh, entah bagaimana (ilusi menghapus kenangan)
Harus ada mimpi aku bisa bernapas
Jauh cinta dan hilang (musim dingin berjalan perlahan di atasku)

Sudah lama, sudah terlalu lama
Seharusnya aku menceritakan segalanya,
Aku butuh untuk menyimpannya , untuk menjaga duka tetap di dalam

Matamu, matamu, menatapku
Rasa salahmu, rasa maluku, seribu bisikkan

Aku jatuh, aku berlutut
Sama seperti jiwa yang tersesat, jauh, jauh
Luka ini dalam, tapi tidak terlambat
Butuh penyelamatan untuk menerangi jalan saya, jauh, jauh

Aku hanyalah mimpi yang sudah memudar
Sebuah hantu keinginan yang terus berlari
Karunia itu tak terlihat, aku tidak akan memberikannya
Hanya mengasihinya, tidak bisa memberikannya ...

Sudah beberapa waktu bukan,
Senang bisa kembali dari rasa putus asa
Saya tidak pernah berpikir bisa melakukannya
Menjeritlah dalam tawa dengan baik

Apakah kita sudah kehilangan satu sama lain
Aneh, entah bagaimana (aku sudah berdandan di ketakutan Anda)
Saya telah belajar untuk berbohong dalam dukaku
Air mata pergi menjauh (aku tidak tidur di kakimu)

Aku jatuh, aku berlutut
Sama seperti jiwa yang tersesat, jauh, jauh
Luka ini dalam, tapi tidak terlambat
Butuh penyelamatan untuk menerangi jalan saya, jauh, jauh

Aku hanyalah mimpi yang sudah memudar
Sebuah hantu keinginan yang terus berlari
Karunia itu tak terlihat, aku tidak akan memberikannya
Hanya mengasihinya, tidak bisa memberikannya ...

Aku adalah musim dingin, Aku adalah angin
Musim yang mati, dikhianati ratusan kali
Hati yang tertipu kembali tertipu, menampar waktu
Semua hilang, aku hancur
Aku percaya padamu, berwarna putih,
Kau membohongi aku, mencemari fajar,
Mengikuti langkahmu, jiwa yang resah
Saya tidak lagi mencintaimu, aku hidup kembali

Aku jatuh, aku berlutut
Sama seperti jiwa yang tersesat, jauh, jauh
Luka ini dalam, tapi tidak terlambat
Butuh penyelamatan untuk menerangi jalan saya, jauh, jauh

Aku hanyalah mimpi yang sudah memudar
Sebuah hantu keinginan yang terus berlari
karunia itu tak terlihat, aku tidak akan memberikannya
Hanya mengasihinya, tidak bisa memberikannya ...


1) Bagian mana yang membekas pada pikiran Anda?

2) Kata apa yang masuk ke dalam hati Anda?

3) Apakah ini membuat anda bingung atau ini sudah menerangi Anda?

4) Apakah perasaan yang muncul saat anda mendengarkan lagu ini dan melihat videonya secara bersamaan?

Jawaban saya di bagian komentar ... Saya tunggu jawaban anda !


-Miss Isabel


1 comment:

  1. 1) “Saya tidak pernah berpikir bisa melakukannya
    menjeritlah dalam tawa dengan baik”

    Bagi saya, baris ini adalah simbol dari kehidupan yang saya inginkan, hidup sederhana dari kebebasan berteriak tanpa pernah menahannya, tertawa dari hidup saat ini tanpa takut apa yang terjadi berikutnya, atau takut hanya menjadi diriku sendiri .

    2) “Saya telah belajar untuk berbohong dalam dukaku
    Air mata pergi menjauh (aku tidak tidur di kakimu)”

    Saya harus berjuang setiap hari untuk tidak melihat diri saya sebagai korban, mati rasa oleh ilusi dan hanyut dalam aliran pasif penghancuran diri. Kata-kata ini yang perlu saya hilangkan setiap pagi: kebohongan, mengasihani diri sendiri, mati rasa, putus asa ...

    3) “Ilusi menghapus kenangan”

    Membingungkan untuk melihat ke belakang dan menyadari begitu banyak sesuatu yang dihiasi oleh kebohongan dan dibangun di atas ilusi, pada saat yang sama itu menyadarkan dimana aku sekarang dan mengatakan aku benar-benar perlu mengubah cara saya jika saya ingin hidup dengan sesuatu yang bisa saya banggakan pada akhir hari nanti, pada tahun, pada akhir hidup saya.

    4) “Saya harus berurusan dengan rasa malu karena kegagalan saya dan keinginan untuk menutup mata. Saya juga merasa ada harapan dan kekuatan yang tersedia untuk saya.”

    -Miss Isabel

    ReplyDelete